re-install windows 7 with recovery partition

Awalnya berasal dari pekerjaan di kantor. Sebuah notebook terkenal virus cukup bandel. Ia menginfeksi file system msiexec.exe
Jadinya sulit sekali dibersihkan. Avast berhasil mengidentifikasinya tapi gagal membersihkannya. Jadi jika ingin yakin notebook itu bersih, saya harus menginstal ulang systemnya. Selidik punya selidik ternyata ini notebook dengan windows 7 starter, original tentunya. Saya pun memeriksa menu-menu atau shortcut atau apa pun yang berhubungan dengan recovery. Ternyata tidak ada. Lalu saya pun memeriksa partisinya. Hanya ada dua. Windows partition dan data partition. Oke berarti partisi recovery tidak ada. Entah itu karena dulu pernah saya install ulang atau bagaimana, saya benar-benar lupa.
Oke setelah belajar sedikit sana sedikit sini. Maka saya akan menerapkan teknik membuat recovery partition buatan.
Langkah secara garis besar adalah sebagai berikut :
1. install ulang dengan membuat dua partisi, karena sebelumnya sudah ada partisi data, maka saya hanya memodifikasi partisi C, saya bagi dua. Yang satu untuk install windows baru, yang satu untuk menyimpan instalasi recovery. Masalah muncul disini, karena saya tidak punya cd windows 7 starter. Saya hanya punya versi Basic. Akhirnya saya harus mencari iso instalasi windows starter. Ow dan saya menemukan ilmu baru. Kalau ternyata cd instalasi windows itu sebenarnya bisa digunakan untuk jenis instalasi apa saja, dari starter, basic, home, professional atau apa lah itu istilahnya. Dan caranya akan saya tulis di posting berikutnya.
2. Setelah instalasi ulang selesai, mulailah kita menyimpan file instalasi di directory recovery tadi. Caranya juga lumayan rumit. Saya mengikuti panduan sambil kleyeng-kleyeng. Ikuti caranya di posting ini (posting berikutnya).
3. Mengcopy image system yang sedang berjalan (install.wim tapi saya tidak menemukannya jadi saya kira sama aja dengan boot.wim) ke dalam boot image partisi recovery.

Sederhana ya. Tapi buat saya setiap langkahnya cukup panjang. Butuh waktu 3 hari untuk melakukan ini. Itu juga karena notebook kerja saya, lelet luar biasa. Yang ternyata penyebabnya adalah di prosesor, memory dan rusaknya lan port. Saya sudah coba menggunakan port usb, tapi kecepatan maksimal hanya 6 mb/detik saja. Karena terbatasnya spec pun mempengaruhi ke kecepatan. Karena saya menggunakan virtual machine untuk melakukan modifikasi system windowsnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *