Author Archives: admimin

Bagaimana membuka Firebird SQL?

Published by:

Saya baru tahu kalau ada jenis sql database yang bernama firebird. Jadi firebird ini seperti jenis database berbasis sql. Mungkin anda pernah dengar tentang maria-db dsb. Nah ini satu lagi jenis yang lain, firebird. Si Burung Api.

Untuk mengekstraknya diperlukan dashboard administrator yang sesuai. Sepertinya firebird mempunyai perbedaan dalam hal encrypsi. Dan saya kebingunan, dashboard admin apa yang bisa membuka firebird?

My First Impression To Pinegrow

Published by:

I was looking for the editor program beside sublime (which is text editor program to write program), that can what you see is what you get type of program. Then I tried a few of them. From google web designer, then to pingendo, layoutit which is online editor program, then finally to pinegrow. Each of them have a unique function but they all have a similarity. They can get you see what do you want to get as a front page layout.

Cause I am talking about the php/html programming here. Of course the view of the program is preety much important. I want to have a boom feeling when I look the program at the first time. The programmer will call it front end programming. It needs mostly the sense of art other than writing program lang skill.

I love pingendo cause the program will drag you to the drag and drop component to your page. But the online type running program is not my choice right now. At home I have an old notebook with no internet connected all the time.

Then my choice goes to pinegrow. Which is similar to its drag and drop and no need internet connected. But to have a full function of it you have to buy the pro version. The trial version only last for 7 days.

The pinegrow provides me with drag and drop component and also with code typing method anytime I want. The template are also preety much help.

Missing Audio Icon – Ubuntu Top Bar

Published by:

Lihat deh gambar dari ubuntuforums.org yang saya sertakan di post ini. Yap. Audio icon nya menghilang. Setelah dengan sukses (tanpa sengaja) saya menghilangkannya. Cuma masalahnya lupa, apa yang saya hilangkan. Ketika saya membutuhkan menaikan volume ketika mendengar lagu, eh bingung icon-nya sudah lenyap.

Dan ternyata solusinya belum ketemu di google. Cuma ngoprek sendiri saja. Caranya, klik kanan di bar tersebut. Lalu pilih Panel.

Disana pilih lah Add new items. Dan pilih Indicator Plugin.

ubuntuhandbook.org

Dan audio icon pun muncul kembali.

Linux Bash Console Sql Command

Published by:

Nah maksud saya sih, bagaimana menulis perintah dalam command line linux untuk menyisipkan sebuah atau banyak data ke dalam database sql.

Begini penampakan skrip yang saya tulis sambil membaca beberapa tutorial :

!#/bin/bash
mysql -uusername -ppassword -e “USE mydatabase; INSERT INTO firsttable(id,value) VALUES(‘1′,’datasatu’);”

Dan tentunya perintah-perintah mysql lain bisa diterapkan disana, seperti UPDATE, DELETE, searching query dan sebagainya.

Massive Import Mysql Melalui Command Line

Published by:

Sederhana saja, saya hendak memindahkan database mysql dari satu server ke server lain. Dan setelah di export, file databasenya lumayan besar. Diatas 400mb. Ya lumayan ternyata. Jadi di komputer server 2, saya harus melakukan beberapa modifikasi. Modifikasi  ini penting jika hendak mengimportnya melalui web base phpmyadmin.

Yang perlu diperhatian adalah : Time Limit upload, harus dibesarkan. Atau jika tetap sepotong, ya beberapa kali import. Kedua, max_upload_sizes nilainya juga dibesarkan. Standarnya kalau tidak salah 128M saja. Saya gunakan 1G sekalian. Nah itu aja sekiranya.

Oh ya sekiranya anda belum tahu bagian di setting bagian mana yang harus di ubah, disini tepatnya:

/opt/lampp/etc/php.ini

Itu karena saya menggunakan XAMPP. Setelah selesai diedit jangan lupa di restart.

Nah cara yang hendak saya bahas sebenarnya lebih cocok dengan command line karena lebih simple dan tidak perlu  rubah-rubah setting di phpmyadmin.

Ini  dia commandnya :

/opt/lampp/bin/mysql -uroot -p******* < all.sql

itu jika hendak mengimport seluruh database sql, atau jika hanya satu database saja :

/opt/lampp/bin/mysql -uroot -p******* namadatabase < namadatabase.sql

Sekian.

 

WICD Network Manager

Published by:

I use this function after reading in  many forums, it works for connecting  my slackware since version 14.0 to rtl8187 notebook. I don’t do any change to its setting.

But now, in my slackware 14.2 with different notebook, it is not working. I have to change the setting in  Preference – Advance Setting – change the driver of wpa supplicant from wext to nl80211.

Then the wifi signal is detected and I can connect to it.

Membuat Koneksi Internet ‘All Over the House’ Sederhana

Published by:

Bahannya : modem 3g/4g berupa usb, router TP-Link MR3420

Kenapa : modem dengan kemampuan internet menggunakan data sim card lebih flexible daripada berlangganan dengan internet kabel optik atau dsl. Kalau tidak perlu ya jangan diperpanjang atau jangan diisi kuota. Kalau langganan internet kabel harus urus katepebelece segala macam.

Yang kedua, kekuatan sinyal tergantung dimana anda tinggal. Syukur-syukur sih sudah dapat sinyal 4G. Saat ini sinyal 4G masih berasa kencang. Streaming youtube tanpa putus. Kidding, ya putus bentar lah kalau kebetulan kena goyang.

Yang ketiga, router berfungsi sebagai penguat sinyal dan menyebarkannya ke area rumah. Sebenarnya sistem tethering lebih simple tapi …. konon bikin hape panas dan usia berkurang karena kerja dua kali. Pertama bekerja untuk hapenya sendiri berinternet, kedua harus memforward data untuk device yang konek ke dirinya.

Nah dengan jenis modem yang saya sebutkan di atas, tak perlu setting terlalu ribet.  Setting bawaan defaultnya pun sudah memadai, tinggal tancapkan saja modem ke slot usbnya dan internet pun sudah tersharing.

Jangan lupa mensetting keamanan router / wifi nya dengan password. Supaya tetangga gak gampang nebeng. Enak aja kan mau gratisan.

Indahnya Slackware 14.2 64bit

Published by:

Kenapa saya bilang indah? Tentu saja. Slackware 14.2 pertama terbit kira-kira bulan Juni 2016. Ya memang 2016 bukan 2018, tidak bisa dibilang baru tapi Slackware itu memang begitu. Tidak ada target release versi. Jadi 14.2 ini adalah versi terbarunya. Dan saya pun mencoba menggunakan 64 bit. Biasanya saya selalu pakai 32 bit.

Ini gara-gara Chrome juga sih. Beberapa tahun lalu saya mendengar Chrome tidak akan lagi meng-update versi 32 bit nya. Baik di Linux maupun versi Windows. Tapi versi Windows seperti masih diupdate tuh. Mungkin saya lelah.

Tentu dengan sedikit asumsi, notebook tua saya ini sudah mendukung 64 bit. Dulu dengan mencoba-coba cek bit prosesor. Hasilnya sih mendukung. Makanya nekad upgrade dari 14.0 32 bit ke 14.2 64 bit.

Sewaktu proses, saya rupanya tidak bisa menggunakan proses upgrade sesuai instruksi pada UPGRADE.TXT. Tapi harus clean install. Jadi ya sudah ikuti saja.

Slackware 14.2 masih mengusung tema konsole install, seperti versi lalu. Buat yang terbiasa tentu sudah mudah, buat yang newbie, mbuh. Karena menggunakan konsole / screen lower daya ini membuat proses instalasi berkesan cepat sekali. Tidak sampai 15 menit sudah selesai.

Memang seperti biasa saya mengalami masalah di install lilo. Tidak bisa pakai metode standar. Harus masuk pakai metode expert. Rubah-rubah manual di lilo.conf dan akhirnya jadi juga. By the way saya ini sudah mengetik blog ini dengan chrome 64bit di Slackware 14.2 64bit lho.

Walaupun menggunakan notebook tua, tapi pergerakan animasi layar sangat mulus. Andaikan notebook saya tidak punya masalah panas (karena sudah tua), saya sudah memastikan betah dengan KDE plasma animation nya. Cuma karena notebook saya ini sudah diambang batas, jadi kalau panas pasti mati sendiri. Ini bukan karena Slackware nya kok. Pakai Windows pun sama. Pakai Slackware 14.0 pun sama.

Akhirnya saya menggunakan desktop layout Windows Maker. Sangat very very low power consumption dan low graphic work.

Ah tentu saja, saya makin jatuh cinta dengan Slackware. Di distrowatch.com posisi Slackware berada di posisi 32 operating sytem linux yang paling digemari.

SARG Error Locale

Published by:

SARG: Cannot set the locale LC_ALL to the environment variable

the solution is : comment the SendEnv LANG LC_* in the local computer

source : https://forum.pfsense.org/index.php?topic=89611.0

Atau

men-generate lagi Locale nya

Contoh

root@user:#locale

itu untuk me-list locale yang sudah keset itu apa, jika belang bentong lalu coba lakukan langkah di bawah:

root@user:#locale-gen en_EN

root@user:#locale-gen en_EN.UTF-8

ini misalnya locale nya ke English lho. Kalau Indonesia berarti id_ID.UTF-8

update-locale

Mestinya sudah begitu aja. Sudah berjalan. Mestinya lho ya.

GraseHotspot GPG Key Error

Published by:

Januari 2018, server ubuntu di kantor tiba-tiba ngehang (entah kenapa). Ketika di restart, service grasehotspot jadi error. Chilli tidak jalan. Gadget tidak bisa mendapatkan ip. Atau dapat ip tapi tidak bisa masuk ke login page. Setelah diperhatikan ternyata ada error di layar notification ubuntu servernya. Kira-kira bunyinya : ada service grasehotspot di /etc/apt/list yang expire error.

Lalu saya buktikan juga dengan melakukan :

sudo apt-get update

Dan memang error.

Jalan terakhir, google, dan di webresminya memang ada error jenis ini dan sudah ada solusinya sejak Mei 2017 lalu. Jadi ikuti saja langkahnya. Lalu lakukan lagi sudo apt-get update. Error sudah hilang.

W: GPG error: http://packages.grasehotspot.org purewhite InRelease: The following signatures were invalid: KEYEXPIRED 1495184631

Solusinya :

wget https://github.com/GraseHotspot/grase-repo/raw/master/key/grase.hotspot.2017.gpg
sudo cp grase.hotspot.2017.gpg /etc/apt/trusted.gpg.d/

Tapi setiap kali server restart, Chilli tetap tidak jalan. Harus dijalankan manual.

sudo /etc/init.d/chilli restart

Ciri-ciri dari Chilli yang jalan normal adalah

  • eth0 terisi ip static
  • eth1 10.xx.xx.xx
  • lo 127.0.0.1
  • tun0 berisi ip 10.64.62.61
  • tun1 berisi ip 10.1.0.1

Tadi sewaktu Chilli tidak jalan, eth1 berisi ip dhcp ke server lain. Karena sudah sifat originalnya kalau program Grasehotspot ini mengambil alih dhcp dari server mana pun yang aktif di jaringan sub yang sama. Dan pengambil alihannya sangat kuat. Makanya saya sih membiarkan dhcp dari server lain. Sebagai cadangan saja.

Thanks buat Tim (or anybody) who wrote grasehotspot.