Peristiwa

Dahlia dan Cempaka

admimin / Desember 4, 2017
palembang.tribunnews.com

Siapa mereka? Kedua nama ini sontak begitu terkenal dalam beberapa hari. Tadinya saya menyangka ada duo maut pesaing Duo Serigala yang akan menggoncang dunia perkoploan Indonesia. Tapi ternyata kedua nama ini berhubungan erat dengan kondisi cuaca ekstrim yang sedang kita alami beberapa minggu terakhir.

Cuaca memang sangat ekstrim. Dingin. Setidaknya begitu, di kota kecil tempat saya tinggal atau tempat anak istri saya tinggal, cuaca menyentuh level 20 derajat celcius. Bahkan Ibu saya sering mengeluh tiris pisan ieu teh (dingin banget ini ya). Level dingin yang sangat melankolis ini sering mencegah saya untuk mandi. Kecuali terpaksa karena harus pergi kerja. Kalau ketahuan tidak mandi oleh security, saya bisa dikirim pulang, dan foto wajah saya akan masuk grup whatsapp kantor.

Siklon atau pusaran angin yang bernama Cempaka terlebih dahulu melalui Indonesia. Pusaran angin ini terjadi karena perbedaan tekanan udara. Lebih lengkapnya bisa baca di wikipedia. Di Indonesia ternyata ada beberapa jenis siklon yang sudah diberi nama. Yang awal diketahui bernama siklon Anggrek lalu Bakung. Nama-nama ini memang nama bunga, kalau di negeri Paman Sam sana, nama siklon/badai digunakan nama-nama orang. Masih ingat dengan badai Harvey, Irma dan Jose?

Nah kembali ke Dahlia dan Cempaka. Kedua siklon ini menjadi luar biasa karena terbentuk dalam waktu yang hampir berbarengan. Bahkan dalam minggu yang sama. Keduanya terjadi pada akhir November 2017 ini. Cempaka terjadi pada area yang dekat dengan daratan selatan Jawa. Siklon ini terbentuk karena perbedaan suhu di daratan dengan di udara. Daerah yang terdampak cukup luas. Apalagi berbarengan dengan meletusnya Gunung Agung di Bali. Lengkap sudah.

Menurut wikipedia terbaru, Cempaka menimbulkan dampak berupa puting beliung, gelombang besar laut, hujan sangat lebat, tanah longsor, sungai meluap, banjir, dan banjir bandang yang menyebabkan terjadi puluhan korban jiwa dan harta, ribuan jiwa terdampak atau mengungsi juga terputusnya jalur transportasi darat.

Berbeda dengan Cempaka, siklon Dahlia terjadi di laut. Tapi sama-sama di daerah selatan. Siklon terjadi karena perbedaan tekanan suhu permukaan air laut dengan udara di atasnya. Efeknya tentu sama-sama merepotkan. Angin yang cukup besar dengan hujan yang terus-menerus sepanjang hari. Bahkan menurut BMKG, Dahlia berpotensi lebih awet dari Cempaka.

Maka dari itu, persiapkanlah diri kita untuk menghadapi yang terburuk. Untuk orang kurus seperti saya, harus sangat hati-hati ketika berjalan di luar. Baik jalan kaki maupun naik kendaraan roda dua. Kencangnya angin berpotensi menerbangkan saya entah kemana. Hujan yang terus-menerus juga meningkatkan potensi masuk angin, pusing kepala, sakit perut serta linu-linu pada sendi. Gunakan payung ketika hujan. Gunakan jas hujan jika naik motor. Jika menggunakan mobil, beli bensin yang cukup. Masa punya mobil ga  bisa beli bensin?

Akhirnya saya dengan tulus hati mengucapkan dan menasehatkan kita semua. Turut bersedih atas musibah yang dialami oleh rekan-rekan senegara yang berada di daerah paling terdampak oleh dua siklon ini. Tapi sedih saja tidak akan merubah apa-apa. Untuk itu saya juga menaikan doa-doa saya. Dan jika masih punya sisa rejeki tentu saya akan menyumbang receh yang saya punya. Toh uang-uang besar juga tidak pernah saya miliki. Bukankah memberi dari kekuranganmu justru adalah pemberian kita yang paling besar?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *