Emutan

Sehat Bersama Dangdut Koplo

admimin / Desember 5, 2017
cdn.idntimes.com

pinterest.com-nella kharismaSiapa yang tak kenal dangdut koplo? Musik dangdut yang terkenal hingga ke Jepang. Saya sebenarnya kadang geli-geli gimana gitu, membayangkan orang Jepang kok seneng dangdut. Soalnya saya membayangkan diri saya sendiri, begitu ketemu musik dang dang dut begini, otomatis kepala goyang, kalau perlu hingga pinggul ikut ngebor. Itulah caranya saya menikmati musik ini. Kalau orang Jepang bagaimana?

Yah biarkanlah, masing-masing orang toh punya gayanya sendiri dalam menikmati sesuatu. Buat saya, dangdut khususnya yang koplo, bisa membuat semangat bangkit, pikiran cemerlang ajah gitu. Tapi khusus koplo loh ya. Saya kurang sreg dengan dangdut jenis lain. Secara dangdut koplo itu hampir 100% memakai lirik berbahasa Jawa. Makanya kemudian dikenal juga dengan lagu pantura-an. Karena awalnya booming di panggung-panggung hiburan area pantai utara Jawa (Tengah hingga Timur).

Karena syairnya yang saya gak ngerti itu lah, plus kendang dangdut, plus ada backing vocal mas-mas yang pada saat-saat tertentu akan tereak, cciiiii hhaaaaaa atau siiiirrrrrrrya e ya e ya e, membuat musik ini sanggup membangkitkan pikiran saya lebih jreng. Lebih jreng dari segelas kopi hitam.

Untuk saya yang mencari duit dari komputer, bisa seharian muka, leher, badan ini menghadap satu arah saja ke arah komputer. Padahal tubuh itu butuh bergerak sewaktu-waktu, terutama mata ini. Setiap 15 menit harus melihat ke arah lain selain arah monitor. Itu untuk menjaga tubuh kita tetap bugar. Tapi itu kan teori, kalau sudah tenggelam dalam pekerjaan, boro-boro inget begitu. Apalagi kalau dikejar deadline, haduh. Manteng aja tidak berubah posisi.

Dengan ditemani musik semodel dangdut koplo, mau-mau tidak mau kepala, bahu, pinggul saya harus bergoyang. Jadi dangdut koplo memberikan kontribusi memperpanjang umur saya, menjaga kesehatan badan saya setiap harinya.

Makanya keberadaan dangdut ini harus disebarluaskan untuk menularkan visi positif-nya bagi para pekerja komputer seperti saya. Salam koplo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *