Category Archives: Linux

Testdisk 7.1 and Photorec

Published by:

www.cgsecurity.org telah merilis testdisk dan photorec versi 7.1 dengan beberapa kelebihan. Diantaranya :

  • Fix partition table, recover deleted partition
  • Recover FAT32 boot sector from its backup
  • Rebuild FAT12/FAT16/FAT32 boot sector
  • Fix FAT tables
  • Rebuild NTFS boot sector
  • Recover NTFS boot sector from its backup
  • Fix MFT using MFT mirror
  • Locate ext2/ext3/ext4 Backup SuperBlock
  • Undelete files from FAT, exFAT, NTFS and ext2 filesystem
  • Copy files from deleted FAT, exFAT, NTFS and ext2/ext3/ext4 partitions.

Testdisk bisa berjalan di banyak platform seperti :

  • DOS (either real or in a Windows 9x DOS-box),
  • Windows (NT4, 2000, XP, 2003, Vista, 2008, Windows 7 (x86 & x64), Windows 10
  • Linux,
  • FreeBSD, NetBSD, OpenBSD,
  • SunOS and
  • MacOS X

Mantap kan, oh iya gunanya apa nih program? Untuk recovery data yang hilang pada harddisk atau flashdisk. Dah gitu aja.

Bagaimana membuka Firebird SQL?

Published by:

Saya baru tahu kalau ada jenis sql database yang bernama firebird. Jadi firebird ini seperti jenis database berbasis sql. Mungkin anda pernah dengar tentang maria-db dsb. Nah ini satu lagi jenis yang lain, firebird. Si Burung Api.

Untuk mengekstraknya diperlukan dashboard administrator yang sesuai. Sepertinya firebird mempunyai perbedaan dalam hal encrypsi. Dan saya kebingunan, dashboard admin apa yang bisa membuka firebird?

Missing Audio Icon – Ubuntu Top Bar

Published by:

Lihat deh gambar dari ubuntuforums.org yang saya sertakan di post ini. Yap. Audio icon nya menghilang. Setelah dengan sukses (tanpa sengaja) saya menghilangkannya. Cuma masalahnya lupa, apa yang saya hilangkan. Ketika saya membutuhkan menaikan volume ketika mendengar lagu, eh bingung icon-nya sudah lenyap.

Dan ternyata solusinya belum ketemu di google. Cuma ngoprek sendiri saja. Caranya, klik kanan di bar tersebut. Lalu pilih Panel.

Disana pilih lah Add new items. Dan pilih Indicator Plugin.

ubuntuhandbook.org

Dan audio icon pun muncul kembali.

Linux Bash Console Sql Command

Published by:

Nah maksud saya sih, bagaimana menulis perintah dalam command line linux untuk menyisipkan sebuah atau banyak data ke dalam database sql.

Begini penampakan skrip yang saya tulis sambil membaca beberapa tutorial :

!#/bin/bash
mysql -uusername -ppassword -e “USE mydatabase; INSERT INTO firsttable(id,value) VALUES(‘1′,’datasatu’);”

Dan tentunya perintah-perintah mysql lain bisa diterapkan disana, seperti UPDATE, DELETE, searching query dan sebagainya.

Massive Import Mysql Melalui Command Line

Published by:

Sederhana saja, saya hendak memindahkan database mysql dari satu server ke server lain. Dan setelah di export, file databasenya lumayan besar. Diatas 400mb. Ya lumayan ternyata. Jadi di komputer server 2, saya harus melakukan beberapa modifikasi. Modifikasi  ini penting jika hendak mengimportnya melalui web base phpmyadmin.

Yang perlu diperhatian adalah : Time Limit upload, harus dibesarkan. Atau jika tetap sepotong, ya beberapa kali import. Kedua, max_upload_sizes nilainya juga dibesarkan. Standarnya kalau tidak salah 128M saja. Saya gunakan 1G sekalian. Nah itu aja sekiranya.

Oh ya sekiranya anda belum tahu bagian di setting bagian mana yang harus di ubah, disini tepatnya:

/opt/lampp/etc/php.ini

Itu karena saya menggunakan XAMPP. Setelah selesai diedit jangan lupa di restart.

Nah cara yang hendak saya bahas sebenarnya lebih cocok dengan command line karena lebih simple dan tidak perlu  rubah-rubah setting di phpmyadmin.

Ini  dia commandnya :

/opt/lampp/bin/mysql -uroot -p******* < all.sql

itu jika hendak mengimport seluruh database sql, atau jika hanya satu database saja :

/opt/lampp/bin/mysql -uroot -p******* namadatabase < namadatabase.sql

Sekian.

 

WICD Network Manager

Published by:

I use this function after reading in  many forums, it works for connecting  my slackware since version 14.0 to rtl8187 notebook. I don’t do any change to its setting.

But now, in my slackware 14.2 with different notebook, it is not working. I have to change the setting in  Preference – Advance Setting – change the driver of wpa supplicant from wext to nl80211.

Then the wifi signal is detected and I can connect to it.

Indahnya Slackware 14.2 64bit

Published by:

Kenapa saya bilang indah? Tentu saja. Slackware 14.2 pertama terbit kira-kira bulan Juni 2016. Ya memang 2016 bukan 2018, tidak bisa dibilang baru tapi Slackware itu memang begitu. Tidak ada target release versi. Jadi 14.2 ini adalah versi terbarunya. Dan saya pun mencoba menggunakan 64 bit. Biasanya saya selalu pakai 32 bit.

Ini gara-gara Chrome juga sih. Beberapa tahun lalu saya mendengar Chrome tidak akan lagi meng-update versi 32 bit nya. Baik di Linux maupun versi Windows. Tapi versi Windows seperti masih diupdate tuh. Mungkin saya lelah.

Tentu dengan sedikit asumsi, notebook tua saya ini sudah mendukung 64 bit. Dulu dengan mencoba-coba cek bit prosesor. Hasilnya sih mendukung. Makanya nekad upgrade dari 14.0 32 bit ke 14.2 64 bit.

Sewaktu proses, saya rupanya tidak bisa menggunakan proses upgrade sesuai instruksi pada UPGRADE.TXT. Tapi harus clean install. Jadi ya sudah ikuti saja.

Slackware 14.2 masih mengusung tema konsole install, seperti versi lalu. Buat yang terbiasa tentu sudah mudah, buat yang newbie, mbuh. Karena menggunakan konsole / screen lower daya ini membuat proses instalasi berkesan cepat sekali. Tidak sampai 15 menit sudah selesai.

Memang seperti biasa saya mengalami masalah di install lilo. Tidak bisa pakai metode standar. Harus masuk pakai metode expert. Rubah-rubah manual di lilo.conf dan akhirnya jadi juga. By the way saya ini sudah mengetik blog ini dengan chrome 64bit di Slackware 14.2 64bit lho.

Walaupun menggunakan notebook tua, tapi pergerakan animasi layar sangat mulus. Andaikan notebook saya tidak punya masalah panas (karena sudah tua), saya sudah memastikan betah dengan KDE plasma animation nya. Cuma karena notebook saya ini sudah diambang batas, jadi kalau panas pasti mati sendiri. Ini bukan karena Slackware nya kok. Pakai Windows pun sama. Pakai Slackware 14.0 pun sama.

Akhirnya saya menggunakan desktop layout Windows Maker. Sangat very very low power consumption dan low graphic work.

Ah tentu saja, saya makin jatuh cinta dengan Slackware. Di distrowatch.com posisi Slackware berada di posisi 32 operating sytem linux yang paling digemari.

SARG Error Locale

Published by:

SARG: Cannot set the locale LC_ALL to the environment variable

the solution is : comment the SendEnv LANG LC_* in the local computer

source : https://forum.pfsense.org/index.php?topic=89611.0

Atau

men-generate lagi Locale nya

Contoh

root@user:#locale

itu untuk me-list locale yang sudah keset itu apa, jika belang bentong lalu coba lakukan langkah di bawah:

root@user:#locale-gen en_EN

root@user:#locale-gen en_EN.UTF-8

ini misalnya locale nya ke English lho. Kalau Indonesia berarti id_ID.UTF-8

update-locale

Mestinya sudah begitu aja. Sudah berjalan. Mestinya lho ya.

GraseHotspot GPG Key Error

Published by:

Januari 2018, server ubuntu di kantor tiba-tiba ngehang (entah kenapa). Ketika di restart, service grasehotspot jadi error. Chilli tidak jalan. Gadget tidak bisa mendapatkan ip. Atau dapat ip tapi tidak bisa masuk ke login page. Setelah diperhatikan ternyata ada error di layar notification ubuntu servernya. Kira-kira bunyinya : ada service grasehotspot di /etc/apt/list yang expire error.

Lalu saya buktikan juga dengan melakukan :

sudo apt-get update

Dan memang error.

Jalan terakhir, google, dan di webresminya memang ada error jenis ini dan sudah ada solusinya sejak Mei 2017 lalu. Jadi ikuti saja langkahnya. Lalu lakukan lagi sudo apt-get update. Error sudah hilang.

W: GPG error: http://packages.grasehotspot.org purewhite InRelease: The following signatures were invalid: KEYEXPIRED 1495184631

Solusinya :

wget https://github.com/GraseHotspot/grase-repo/raw/master/key/grase.hotspot.2017.gpg
sudo cp grase.hotspot.2017.gpg /etc/apt/trusted.gpg.d/

Tapi setiap kali server restart, Chilli tetap tidak jalan. Harus dijalankan manual.

sudo /etc/init.d/chilli restart

Ciri-ciri dari Chilli yang jalan normal adalah

  • eth0 terisi ip static
  • eth1 10.xx.xx.xx
  • lo 127.0.0.1
  • tun0 berisi ip 10.64.62.61
  • tun1 berisi ip 10.1.0.1

Tadi sewaktu Chilli tidak jalan, eth1 berisi ip dhcp ke server lain. Karena sudah sifat originalnya kalau program Grasehotspot ini mengambil alih dhcp dari server mana pun yang aktif di jaringan sub yang sama. Dan pengambil alihannya sangat kuat. Makanya saya sih membiarkan dhcp dari server lain. Sebagai cadangan saja.

Thanks buat Tim (or anybody) who wrote grasehotspot.

CSS Style WordPress Gagal di Notebook saya (saja, yang lain engak)

Published by:

Pernahkah kamu merasa dikucilkan? Ketika yang lain berada di jalur yang tepat dan kau tidak?

Hal seperti ini terjadi pada saya. Hanya saya saja, maksudnya hanya pada laptop kerja saya saja. Catat! Sudah ganti dua laptop pun tetap saja sama. Baiklah daripada bingung. Begini situasinya.

Kedua laptop kerja saya, diinstall oleh sistem operasi Ubuntu, tepatnya BackBox Linux. Yang merupakan cucu cicitnya Ubuntu. Lalu untuk browsing saya mengandalkan Chrome 64bit karena sistemnya juga 64bit. Kemudian browser inilah yang saya gunakan untuk mengelola website pribadi sugi.web.id maupun kanaan.sch.id kepunyaan kantor.

Kedua website tersebut menggunakan engine CMS WordPress, versi terbaru tentunya. Web sugi.web.id hanya di login nya saja yang tampilannya acak-acakan. Ketika sudah masuk ke dashboard wordpress, berjalan lancar dari segi tampilan. Kecuali yang kanaan.sch.id, mulai dari tampilan login hingga ke dashboard semua acak-acakan.

Berminggu-minggu saya coba cari tahu kenapa. Dengan menggunakan komputer pc lab tidak ada masalah, laptop di rumah pun tidak ada masalah. Dengan handphone lancar jaya. Pernah terpikir gara-gara cache di server squid. Saya refresh. Lancar satu kali tapi kemudian begitu lagi. Masa saya harus refresh terus sewaktu mau masuk ke web ini? Kan ga elit.

Tampilan acak-acakkannya seperti ini :

Sayangnya yang website kanaan.sch.id saya tidak sempat men-screenshot. Tapi kira-kira seperti di atas. Bahkan sampai tampilan di dashboard juga acak-acakan. Hanya huruf dan link saja.

Hari ini saya menemukan solusinya!

Secara tidak sengaja, saya view source halaman dashboard kanaan itu. Dan menemukan sebuah link sytle css yang tulisannya panjang. Kira-kira seperti demikian :

<link rel=’stylesheet’ href=’xxxxxxxxxxxxx/load-styles.php?c=0&amp;dir=ltr&amp;load%5B%5D=dashicons,admin-bar,common,forms,admin-menu,dashboard,list-tables,edit,revisions,media,themes,about,nav-menus,wp-pointer,widgets&amp;load%5X%5X=,site-icon,l10n,buttons,wp-auth-check,wp-color-picker&amp;ver=4.9.1′ type=’text/css’ media=’all’ />

Beberapa huruf saya ganti menjadi xxx untuk alasan keamanan. Dan saya klik lah itu. Dan terbuka di tab chrome baru. Isinya tentu saja saya tidak mengerti. Panjang pula. Tapi abaikan saja itu. Saya balik lagi ke dashboard kanaan. Dan saya reload atau refresh. Dan hasilnya luar biasa. Tampilan kembali normal.

Lalu saya biarkan saja tab nya tetap seperti itu. Dan dashboard wordpressnya berjalan terus dengan normal.

Aneh, style yang dimaksud di atas, seperti tidak di-load pada laptop saya ini. Apakah ini pengaruh Backbox Linux? Entahlah.