Category Archives: Linux

GraseHotspot GPG Key Error

Published by:

Januari 2018, server ubuntu di kantor tiba-tiba ngehang (entah kenapa). Ketika di restart, service grasehotspot jadi error. Chilli tidak jalan. Gadget tidak bisa mendapatkan ip. Atau dapat ip tapi tidak bisa masuk ke login page. Setelah diperhatikan ternyata ada error di layar notification ubuntu servernya. Kira-kira bunyinya : ada service grasehotspot di /etc/apt/list yang expire error.

Lalu saya buktikan juga dengan melakukan :

sudo apt-get update

Dan memang error.

Jalan terakhir, google, dan di webresminya memang ada error jenis ini dan sudah ada solusinya sejak Mei 2017 lalu. Jadi ikuti saja langkahnya. Lalu lakukan lagi sudo apt-get update. Error sudah hilang.

W: GPG error: http://packages.grasehotspot.org purewhite InRelease: The following signatures were invalid: KEYEXPIRED 1495184631

Solusinya :

wget https://github.com/GraseHotspot/grase-repo/raw/master/key/grase.hotspot.2017.gpg
sudo cp grase.hotspot.2017.gpg /etc/apt/trusted.gpg.d/

Tapi setiap kali server restart, Chilli tetap tidak jalan. Harus dijalankan manual.

sudo /etc/init.d/chilli restart

Ciri-ciri dari Chilli yang jalan normal adalah

  • eth0 terisi ip static
  • eth1 10.xx.xx.xx
  • lo 127.0.0.1
  • tun0 berisi ip 10.64.62.61
  • tun1 berisi ip 10.1.0.1

Tadi sewaktu Chilli tidak jalan, eth1 berisi ip dhcp ke server lain. Karena sudah sifat originalnya kalau program Grasehotspot ini mengambil alih dhcp dari server mana pun yang aktif di jaringan sub yang sama. Dan pengambil alihannya sangat kuat. Makanya saya sih membiarkan dhcp dari server lain. Sebagai cadangan saja.

Thanks buat Tim (or anybody) who wrote grasehotspot.

CSS Style WordPress Gagal di Notebook saya (saja, yang lain engak)

Published by:

Pernahkah kamu merasa dikucilkan? Ketika yang lain berada di jalur yang tepat dan kau tidak?

Hal seperti ini terjadi pada saya. Hanya saya saja, maksudnya hanya pada laptop kerja saya saja. Catat! Sudah ganti dua laptop pun tetap saja sama. Baiklah daripada bingung. Begini situasinya.

Kedua laptop kerja saya, diinstall oleh sistem operasi Ubuntu, tepatnya BackBox Linux. Yang merupakan cucu cicitnya Ubuntu. Lalu untuk browsing saya mengandalkan Chrome 64bit karena sistemnya juga 64bit. Kemudian browser inilah yang saya gunakan untuk mengelola website pribadi sugi.web.id maupun kanaan.sch.id kepunyaan kantor.

Kedua website tersebut menggunakan engine CMS WordPress, versi terbaru tentunya. Web sugi.web.id hanya di login nya saja yang tampilannya acak-acakan. Ketika sudah masuk ke dashboard wordpress, berjalan lancar dari segi tampilan. Kecuali yang kanaan.sch.id, mulai dari tampilan login hingga ke dashboard semua acak-acakan.

Berminggu-minggu saya coba cari tahu kenapa. Dengan menggunakan komputer pc lab tidak ada masalah, laptop di rumah pun tidak ada masalah. Dengan handphone lancar jaya. Pernah terpikir gara-gara cache di server squid. Saya refresh. Lancar satu kali tapi kemudian begitu lagi. Masa saya harus refresh terus sewaktu mau masuk ke web ini? Kan ga elit.

Tampilan acak-acakkannya seperti ini :

Sayangnya yang website kanaan.sch.id saya tidak sempat men-screenshot. Tapi kira-kira seperti di atas. Bahkan sampai tampilan di dashboard juga acak-acakan. Hanya huruf dan link saja.

Hari ini saya menemukan solusinya!

Secara tidak sengaja, saya view source halaman dashboard kanaan itu. Dan menemukan sebuah link sytle css yang tulisannya panjang. Kira-kira seperti demikian :

<link rel=’stylesheet’ href=’xxxxxxxxxxxxx/load-styles.php?c=0&amp;dir=ltr&amp;load%5B%5D=dashicons,admin-bar,common,forms,admin-menu,dashboard,list-tables,edit,revisions,media,themes,about,nav-menus,wp-pointer,widgets&amp;load%5X%5X=,site-icon,l10n,buttons,wp-auth-check,wp-color-picker&amp;ver=4.9.1′ type=’text/css’ media=’all’ />

Beberapa huruf saya ganti menjadi xxx untuk alasan keamanan. Dan saya klik lah itu. Dan terbuka di tab chrome baru. Isinya tentu saja saya tidak mengerti. Panjang pula. Tapi abaikan saja itu. Saya balik lagi ke dashboard kanaan. Dan saya reload atau refresh. Dan hasilnya luar biasa. Tampilan kembali normal.

Lalu saya biarkan saja tab nya tetap seperti itu. Dan dashboard wordpressnya berjalan terus dengan normal.

Aneh, style yang dimaksud di atas, seperti tidak di-load pada laptop saya ini. Apakah ini pengaruh Backbox Linux? Entahlah.

Mount Samba Server Bersama Backbox 5

Published by:

Kali ini yang dibahas kembali adalah Backbox versi 5. Yang merupakan operating system berplatform Ubuntu. Nah ceritanya Laptop HP yang saya pakai akan saya gunakan sebagai client. Karena data-data semua ada di server, maka saya perlu me-mount server seolah-olah menjadi drive lokal di laptop saya. Saya ketik perintah berikut di terminal.

sudo mount -t cifs -o username=user,pass=pass //192.168.x.x/mydata mydata

Tapi keluarlah error.

Setelah browsing sejenak, ternyata paket untuk me-mount tipe cifs belum ada di Backbox. Jadi install terlebih dulu library paket ini.

sudo apt-get install cifs-utils

Lalu ulangi perintah mount di atas. Dan selesai.

Zoneminder Filter Crash 2

Published by:

Akhirnya, masalah zoneminder (aplikasi perekam cctv di komputer) yang crash karena masalah setting tanggal terpecahkan. Solusinya ada disini. Perintah-perintah ini dilakukan di terminal saja.

export LANGUAGE=en_US.UTF-8 export LANG=en_US.UTF-8 export LC_ALL=en_US.UTF-8 locale-gen en_US.UTF-8 dpkg-reconfigure locales

Begitu selesai, start zoneminder. Dan berjalanlah ia. Saya tinggal menunggu apa efek dari perintah-perintah itu terhadap aplikasi lain.

Canon LBP3050 dengan Ubuntu Xenial 16.04LTS

Published by:

Lagi-lagi saya bersinggungan dengan instalasi printer ini. Printer legendaris (menurut saya) karena sudah bercokol di kantor saya selama kurang lebih 8 tahun. Kalau rusak cuma ringan-ringan saja, paling ganti toner gitu aja. Cuma masalahnya memang di saya, selalu pengen ganti OS. Terutama di dunia per-linuxan. Sudah kadung jatuh hati. Tapi ya itu, kesusahan lagi dengan instalasinya.

Beberapa minggu lalu, saya pasang OS Kali dan Backbox, kedua OS ini berlatar Ubuntu. Dan saya sudah berhasil menjalankan printer ini untuk nge-print. Yang backbox adalah versi 64bit. Kali ini saya mengganti laptop, karena laptop yang lalu itu bad sector HDD nya sudah buanyak. Kesehatan HDD menurut HDSentinel hanya sekitar 24-30% saja. Daripada nunggu mati tentu saja lebih baik sedia payung sebelum ngojek.

Nah di laptop (pinjaman) ini saya pasang Ubuntu terbaru, 16.04LTS 64bit. Langkah-langkah coba diikuti seperti pada OS Blackbox. Dan hasilnya gagal. Memang sewaktu terakhir install di Blackbox itu juga ada proses yang tidak saya mengerti. Tahu-tahu setelah putus asa, si printer pun nge-print. Nah di Ubuntu Xenial tidak terjadi seperti itu. Alamak, bingung saya. Ya begitu saja dulu. Belum ketemu solusinya.

Ubuntu Dengan Mate

Published by:

Mate is … bukan mati tapi mate (benar-benar dibaca mate). Adalah salah satu jenis desktop environment dalam dunia linux berbasis gnome 2 (info).  Desktop ini terlahir karena adanya ketidaksetujuan dari perubahan yang terdapat pada gnome 3. Saya sendiri tidak paham apanya. Karena saya menyukai perubahan apalagi perubahan ke arah positif. Tapi tak apalah, akhirnya lahirlah Mate. Yaitu dengan meneruskan pengembangan interface gnome 2. Tentu dengan banyak perubahan juga. Nah itu berubah. Tapi kok dulu ga setuju? Ya sudahlah.

Menurut wikipedia inilah jenis-jenis aplikasi dasar yang terdapat pada mate :

  • caja (box) – file manager (from Nautilus)
  • pluma (quill/feather/pen) – text editor (from Gedit)
  • atril (lectern) – document viewer (from Evince)
  • engrampa (staple) – archive manager (from Archive Manager)
  • mate-terminal – terminal emulator (from GNOME Terminal)
  • marco (frame) – window manager (from Metacity)
  • mozo (waiter) – menu-item editor (from Alacarte)

Saya tertarik sama mate karena ingin  mencoba ‘keringanannya’. Ya karena saya punya notebook/ cpu yang old punya. Jika dipaksakan install desktop jenis terbaru semisal gnome 3, ya jelas gak kuat. Alhasil komputer saya pasti bengong. Dan saya keburu lapar menunggu proses loading-nya selesai. Apa kata dunia kalau saya kurus.

Cara paling mudah untuk menginstalnya adalah melalui command console dan menginput ppa seperti dalam sumber berikut.

sudo apt-add-repository ppa:ubuntu-mate-dev/ppa
sudo apt-add-repository ppa:ubuntu-mate-dev/trusty-mate
sudo apt-get update && sudo apt-get upgrade
sudo apt-get install –no-install-recommends ubuntu-mate-core ubuntu-mate-desktop

Sudah begitu saja. Tunggu sampai semua selesai, lalu logout dan pilih desktop Mate, login kembali.

Zoneminder Filter Crash

Published by:

My filter won’t run. I wonder why, until today, I found out about the crash of the zmfilter.pl the command to execute the filter. After blogwalking a while I found out about the crash in Arc system. The solution is to create a file called /etc/timezone. The file must contain the location of the timezone. Mine is Asia/Jakarta.
I also do the forum said, I re-link the /etc/localtime to /usr/share/zoneinfo/Etc/GMT+7

BackBox Linux Ubuntu 16.04 with sis671 VGA Chipset

Published by:

I had a broken hdd in my laptop 2 days ago. It made me to decide to find another hdd and install my Linux Backbox into it. Something made me worry, I forgot how to set the monitor to the appropriate setting. Then I had to browse the google once more. Here is what I looked for : sis671 driver for my 64bit Backbox.

I manage to find them. Cause I still keep those two in my own repo driver. I copy them to

#sudo cp sis671.la  /usr/lib/xorg/modules/driver
#sudo cp sis671.so  /usr/lib/xorg/modules/driver

Then Everything not goin right. I still have the 480×600 resolution. Then I went to grub setting at boot. I put vga=791 to force the display resolution up. It worked. But I didn’t satisfied, it should not be stop at 1024×768. Before this I manage to have 1280×768. Just I forgot how.

Then Googling again and find out about edid.bin. Actually just a blind guess, cause the source said it was used for nvida driver not my sis671. But what the hell. And sorry source, I forgot to write down your address. I tried to search you again in my history chrome but hell, that’s a lot of them so naaaaaaaa I’ll find you later.

According to the source I copied the edid.bin file to /root. Cause it goes to a reference in xorg.conf. And I also copied the xorg.conf but I modified myself cause it is not nvidia but sis. I will use sis671 driver that I copied earlier.

 

Here is my xorg.conf

Section “ServerLayout”
Identifier “Layout0”
Screen 0 “Screen0” 0 0
InputDevice “Keyboard0” “CoreKeyboard”
InputDevice “Mouse0” “CorePointer”
EndSection

Section “Files”
RgbPath “/usr/X11R6/lib/X11/rgb”
FontPath “/usr/share/fonts/default/Type1”
EndSection

Section “Module”
Load “dbe”
Load “extmod”
Load “type1”
Load “freetype”
Load “glx”
EndSection

Section “ServerFlags”
Option “Xinerama” “0”
EndSection

Section “InputDevice”
# generated from default
Identifier “Mouse0”
Driver “mouse”
Option “Protocol” “auto”
Option “Device” “/dev/psaux”
Option “Emulate3Buttons” “no”
Option “ZAxisMapping” “4 5”
EndSection

Section “InputDevice”
# generated from default
Identifier “Keyboard0”
Driver “kbd”
option “AutoRepeat” “250 50”
option “CoreKeyboard”
option “XkbRules” “xorg”
option “XkbModel” “microsoftnek4k”
option “XkbOptions” “caps:internal_nocancel+lv3(switch)+compose(me nu)”
EndSection

Section “Monitor”
# HorizSync source: xconfig, VertRefresh source: xconfig
Identifier “Monitor0”
VendorName “Unknown”
ModelName “DFP-0”
HorizSync 28.0 – 80
VertRefresh 43.0 – 120
#ModeLine “1440x900_60.00” 106.5 1440 1520 1672 1904 900 901 904 932 -hsync +vsync
Modeline “1280x768_60.00” 79.50 1280 1344 1472 1664 768 771 781 798 -hsync +vsync
Option “DPMS”
EndSection

Section “Device”
Identifier “Videocard0”
Driver “sis671”
VendorName “”
BoardName “”
EndSection

Section “Screen”
Identifier “Screen0”
Device “Videocard0”
Monitor “Monitor0”
DefaultDepth 24
Option “TwinView” “1”
Option “TwinViewXineramaInfoOrder” “DFP-0”
Option “metamodes” “DFP-0: 1440x900_60.00 +0+0, DFP-1: 1440x900_60.00 +1440+0”
Option “MonitorLayout” “TDMS”
Option “CustomEDID” “DFP-0:/root/edid.bin; DFP-1:/root/edid.bin”
SubSection “Display”
Depth 24
EndSubSection
EndSection

Then Reboot.

Oh pay attention to the modeline line in the xorg. I change the original one to my setting. The how to get the modeline is through this command.

#cvt 1280 768

The result will be like this :

# 1280×768 59.87 Hz (CVT) hsync: 47.78 kHz; pclk: 79.50 MHz
Modeline “1280x768_60.00” 79.50 1280 1344 1472 1664 768 771 781 798 -hsync +vsync

Copy and put the result into the xorg.conf. Then reboot again. And my laptop is fine now.

Oh just for the record, not for publishing reason, I didn’t get paid anyway from the manufacturer, I use Axioo Neon MNC 215p.

IP Modification Through Command Line

Published by:

Here is the way to change or modification ip address through command line. Do all the command in root privileged.

To set a static ip

#ip addr add 192.168.xxx.xxx dev eth0

to delete a static ip

#ip addr del 192.168.xxx.xxx dev eth0

to set dynamic ip

#dhclient eth0

to set route for static ip

#route add default gw xxx.xxx.xxx.xxx

to clear all ip setting

#ip addr flush dev eth0